MAKALAH IKTIOLOGI
“SISTEM
PENCERNAAN PADA IKAN”

DisusunOleh
:
Kelompok
|
1.
|
Siska nofrida marbun
|
( 14.
101020. 017)
|
|
2.
|
Muhammad Roni Yahya
|
( 14. 101020. 005)
|
|
3.
|
Kasmawati
|
( 14. 101020. 047)
|
PROGRAM STUDI MANAJEMEN
SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS
PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS
BORNEO TARAKAN
2015
KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama
Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya,
yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah Iktiologi system pencernaan pada Ikan.
Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak
yang sangat berperan penting dalam pembuatan makalah ini.Terutama kepada Dosen mata kuliah Iktiologi Bapak Gazali Salim M.Si, yang telah memberi bimbingan dan arahan kepada kami.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman
kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca
demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami
berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca, Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.
Tarakan, November 2015
Penulis
DAFTAR ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
DAFTAR
GAMBAR
BAB 1. PENDAHULUAN
A. Latarbelakang
B. Rumusanmasalah ……………………………………………………
C. Tujuan
D. Manfaat
BAB II. PEMBAHASAN
A.
SistemPencernaanSecaraanatomis………………………………..
B.
KelenjarPencernaan
BAB III. METODELOGI
A.
Waktudantempat
B. Bahan
C. Alat
D. Prosedurpraktikum
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasilmengukurmorfometripadaikannila
B. Hasilmengukurmorfometripadaikanlele
C. Hasilmengukurmorfometripadaikangabus
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Ikan
merupakan salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis
(berdarah dingin), memiliki ciri khas pada tulang belakang, insang dan siripnya
serta tergantung pada air sebagai medium untuk kehidupannya. Ikan memiliki
kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga
keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang
disebabkan oleh arah angin. Salah satu contoh ikan adalah ikan nila
(Oreochromis niloticus).
Saluran
pencernaan ikannila yang terdiri dari mulut, kerongkongan, lambung, usus, dan
anus. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan pankreas. Perhatikan gambar
berikut. Sistem Pencernaan Ikan Di dalam rongga mulut ikan terdapat gigi-gigi
dan lidah. Ikan mas tidak memiliki kelenjar ludah, tetapi memiliki kelenjar
lendir yang berguna untuk membantu menelan makanan. Pada proses pencernaan,
makanan dari rongga mulut masuk ke kerongkongan dan selanjutnya ke lambung.
Dari lambung, makanan masuk ke usus. Di usus bermuara cairan empedu yang membantu
proses pencernaan. Di usus halus, sari-sari makanan diserap dan selanjutnya
diedarkan oleh darah ke seluruh bagian tubuh. Sisa-sisa makanan yang tidak
diserap dikeluarkan melalui anus.
1.2 Rumusanmasalah
1. Apa yang dimaksuddengan system pencernaanikan?
2. Bagaimanabentukpencernaanikan?
1.3 Tujuan
Adapun
tujuan dari penyusunan makalah ini sebagai berikut:
·
Sebagai tugas mata kuliah ikhtiologi
perikanan.
·
Sebagai bahan bacaan agar dapat mengetahui dan
memahami jebih jelas tentang ikhtiologi ikan khususnya pada system pencernaan
dan pernapasan pada ikan.
·
untuk mengetahui sistem pencernaan dan
kelenjar pencernaan yang terdapat pada ikan. Sedangkan mafaat dari penyusunan
makalah ini adalah dapat dijadikan sebagai bahan bacaan dan sumber referensi
atau acuan bagi para pembaca, baik mahasiswa, masyarakat umum maupun para
peneliti.
1.4 Manfaat
o Manfaaat
yang dapat diambil setelah praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui
bentuk Sistem Pernapasan dan pencernaan yang terdapat pada ikan.
o mahasiswa
dapat mengetahui bentuk Sistem Pernapasan dan pencernaan yang terdapat pada
ikan, - Dalam manfaat pengetikan makalah ini penulis berharap dapat bermanfaat
bagi Teman teman semuanya.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. Sistem Pencernaan Secara anatomis
Struktur alat
pencernaan ikan berkaitan dengan bentuk tubuh, kebiasan makanan, tingkah laku
ikan dan umur ikan. Sistem atau alat pencernaan pada ikan terdiri dari dua
bagian, yaitu saluran pencernaan (Tractus digestivus) dan kelenjar pencernaan
(Glandula digestoria).
Saluran pencernaan Mulai dari muka
ke belakang, saluran pencernaan tersebut terdiri dari mulut, rongga mulut,
farings, esofagus, lambung, pilorus, usus, rektum dan anus.
1)
Mulut Bagian terdepan dari mulut
adalah bibir, pada ikan-ikan tertentu bibir tidak berkembng dan malahan hilang
secara total karena digantikan oleh paruh atau rahang (ikan famili scaridae,
diodotidae, tetraodontidae). Pada ikan belanak atau tambakan, bibir berkembang
dengan baik dan menebal, bahkan mulutnya dapat disembulkan. Keberadaan bibir
berkaitan erat dengan cara mendapatkan makanan. Di sekitar bibir pada ikan
tertentu terdapat sungut, yang berperan sebagai alat peraba. Mulut terletak di
ujung hidung dan juga terletak di atas hidung.
2)
Rongga mulut Di bagian belakan mulut
terdapat ruang yang disebut rongga mulut. Rongga mulut ini berhubungan langsung
dengan segmen faring. Secara anatomis organ yang terdapata pada rongga mulut
adalah gigi, lidah dan organ palatin. Permukaan rongga mulut diselaputi oleh
lapisan sel permukaan (epitelium) yang berlapis. Pada lapisan permukaan
terdapat sel-sel penghasil lendir (mukosit) untuk mempermudah masuknya makanan.
Disamping mukosit, di bagian mulut juga terdapat organ pengecap (organ penerima
rasa) yang berfungsi menyeleksi makanan.
3)
Farings Lapisan permukaan faring
hampir sama dengan rongga mlut, masih ditemukan organ pengecap, Sebagai tempat
proses penyaringan makanan.
4)
Esofagus Permulaan dari saluran
pencernaan yang berbentuk seperti pipa, mengandung lendir untuk membantu
penelanan makanan. Pada ikan laut, esofagus berperan dalam penyerapan garam
melalui difusi pasif menyebabkan konsentrasi garam air laut yang diminum akan
menurun ketika berada di lambung dan usus sehingga memudahkan penyerapan air
oleh usus belakang dan rectum (proses osmoregulasi)
5)
Lambung Lambung merupakan segmen
pencernaan yang diameternya relatif lebih besar bila dibandingkan dengan organ
pencernaan yang lain. Besarnya ukuran lambung berkaitan dengan fungsinya
sebagai penampung makanan. Seluruh permukaan lambung ditutupi oleh sel mukus
yang mengandung mukopolisakarida yang agak asam berfungsi sebagai pelindung
dinding lambung dari kerja asam klorida. Sebagai penampung makanan dan mencerna
makanan secara kimiawi. Pada ikan-ikan herbivora terdapat gizard (lambung
khusus) berfungsi untuk menggerus makanan (pencernaan secara fisik).
6)
Pilorus Pilorus merupakan segmen
yang terletak antara lambung dan usus depan. Segmen ini sangat mencolok karena
ukurannya yang mengecil/menyempit.
7)
Usus ( intestinum) Merupakan segmen
yang terpanjang dari saluran pencernaan. Intestinum berakhir dan bermuara
keluar sebagai anus. Merupakan tempat terjadinya proses penyerapan zat makanan.
8)
Rektum Rektum merupakan segmen
saluran pencernaan yang terujung. Secara anatomis sulit dibedakan batas antara
usus dengan rektum. Namun secara histologis batas antara kedua segmen tersebut
dapat dibedakan dengan adanya katup rektum.
9)
Kloaka Kloaka adalah ruang tempat
bermuaranya saluran pencernaan dan saluran urogenital. Ikan bertulang sejati
tidak memiliki kolaka, sedangkan ikan bertulang rawan memiliki organ tersebut.
10)
Anus Anus merupakan ujung dari
saluran pencernaan. Pada ikan bertulang sejati anus terletak di sebelah depan
saluran genital. Pada ikan yang bentuk tubuhnya memanjang, anus terletak jauh
dibelakang kepala bedekatan dengan pangkal ekor. Sedangkan ikan yang tubuhnya
membundar, posisi anus terletak jauh di depan pangkal ekor mendekati sirip
dada.
B. Kelenjar Pencernaan Kelenjar
pencernaan
berguna untuk menghasilkan enzim pencernaan yang nantinya akan bertugas
membantu proses penghancuran makanan. Enzim pencernaan yang dihasilkan oleh
ikan buas juga berbeda dengan ikan vegetaris. Ikan buas pada umumnya
menghasilkan enzim-enzim pemecah protein, sedangkan ikan vegetaris menghasilkan
enzim-enzim pemecah karbohidrat. Kelenjar pencernaan terdiri dari hati dan
pankreas. Disamping itu, saluran pencernaannya (lambung dan usus) juga
berfungsi sebagai kelenjar pencernaan. Hati meupakan organ penting yang
mensekresikan bahan untuk proses pencernaan. Organ ini umumnya merupakan suatu
kelenjar yang kompak, berwarna merah kecokelatan. Posisi hati terletak pada
rongga tubuh bagian bawah, di belakang jantung dan disekitar usus depan. Di
sekitar hati terdapat organ berbentuk kantong kecil, bulat, oval atau memanjang
dan berwarna hijau kebiruan, organ ini dinamakan kantung empedu yang fungsinya
untuk menampung cairan empedu yang disekresikan oleh organ hati.
Secara umum
hati berfungsi sebagi tempat metabolisme karbohidrat, lemak dan protein serta
tempat memproduksi cairan empedu. Pankreas merupakan organ yang mensekresikan
bahan (enzim) yang berperan dalam proses pencernaan. Pankreas ada yang
berbentuk kompak dan ada yang diffus (menyebar) di antara sel hati. Letak
penkreas berdekatan dengan usus depan sebab saluran pankreatik bermuara ke usus
depan. Saluran pankreatik yaitu saluran-saluran kecil yang bergabung satu sama
lain dan pada akhirnya akan terbentuk saluran yang keluar dari pankreas menuju
usus depan.
Proses
Pencernaan Sebelum makanan di sambar dan ditelan, terlebih dahulu telah
menimbulkan rangsangan berupa nafsu untuk makan. Nafsu untuk makan ini dapat
dirangsang melalui penglihatan, bau dan rabaan. Begitu ada nafsu untuk makan,
maka alat-alat pencernaanya segera bersiap-siap untuk menerima makanan dan
selanjutnat mencernakannya. Setelah makanan digigit, untuk menelannya
diperlukan bahan pelicin yaitu air liur. Selai sebagai pelicin, air liur juga
mengandung enzim ptialin yang merupakan enzim pemecah karbohidrat menjadi
maltosa yang kemudaian dilanjutkan menjadi glukosa. Tapi karena ikan tidak
mengunyah makanan, padahal pemecahan karbohidrat membutuhkan waktu yang lama,
maka ptialinnya baru dapat bekerja aktif setelah makanan sampai di lambung.
Selain mengandung enzim ptialin, air liur juga mengandung senyawa penyangga
derajat keasaman (bufer) yang berguna untuk memecah terjadinya penurunan pH
agar proses pencernaan dapat berjalan normal. Apabila makanan telah masuk ke
dalam saluran pencernaan, maka dinding saluran pencernaannya akan terangsang
untuk menghasilkan hormon gastrin. Hormon ini akan memacu pengeluaran asam
klorida (HCL) dan pepsinogen. HCL akan mengubah pepsinogen menjadi pepsin yang
merupakan enzim pencernaan akif, yaitu sebagai pemecah protein menjadi pepton
(polipeptida). Apabila makanannya banyak mengandung lemak, maka akan dihasilkan
juga hormon entergastron.
Di dalam
usus, makanan itu sendiri akan merangsang keluarnya hormon kolsistokinin.
Hormon ini kemudian akan memacu keluarnyagetah empedu dari hati. Getah empedu
itu sebenarnya dibuat dari sel-sel darah merah yang telah rusak di dalam hati.
Pengeluaran getah empedu tersebut melalui pembuluh hepatikus yang kemidaian
ditampung di dalam kantong empedu. Fungsi getah empedu tersebut adalah
memeperhalus butiran-butiran lemak menjadi emulsi sehingga mudah larut dalam
air dan diserap oleh usus. Dinding usus juga mengeluarkan hormon sekretin dan
pankreozinin. Sekretin akan memacu pengeluaran getah empedu dan pankreas. Getah
penkreas ini mengandung enzim amilase, lipase dan protase. Sedangkan hormon
pankreozinin menyebabkan rangsangan untuk mempertinggi produksi getah pankreas.
Enzim amilase akan memecah karbohidrat menjadi glukosa. Enzim lipase memecah
lemak menjadi asam lemak dan gliserol. Sedangkan protase memecah protein
menjadi asam amino. Ketiga enzim tersebut dapat mencapai puncak keaktifan
apabila kadar protein dalam makanan antara 40-60%. Apabila kadar proteinnya
berubah maka untuk mencapai puncak keaktifan, enzim-enzim tersebut membutuhkan
waktu untuk menyseuaikan diri.
Penyerapan
Sari Makanan Makanan yang sudah dicerna halus sekali kemudian sari-sarinya akan
diserap oleh dinding usus. Sebenarnya di dalam lambung juga sudah mulai
penyerapan, tapi jumlahnya masih sangat sedikit. Penyerapan yang utama terjadi
di dalam usus. Untuk menyerap sari makanan tersebut, dinding usus mempunyai
jonjot-jonjot agar permukaannya lebih luas. Melalui pembuluh darah rambut pada
jonjot usus tersebut, sari makanan akan diserap ke dalam darah. Karbohidrat
diserap dalam bentuk monosakarida, yaitu glikosa, galaktosa, fruktosa dan
lain-lain. Proses penyerapannya dipengaruhi oleh hormon insulin. Hormon
tersebut dihasilkan oleh kelenjar pankreas. Lemak diserap dalam bentuk asam
lemak dan gliserol. Di dalam lapisan lendir dinding usus, asam lemak dan
gliserol bersatu lagi, untuk kemudian diedarkan keseluruh tubuh melalui limfe
(70%) dan melalui pembuluh darah (30%). Sedangkan protein diserap dalam bentuk
asam amino yang dibawa ke hati dulu untuk diubah menjadi protein lagi, akan
tetapi yang telah disesuaikan dengan kebutuhan tubuh ikan yang bersangkutan.
Zat-zat makanan yang telah diserap oleh darah kemudian diedarkan ke seluruh
tubuh untuk keperluan metabolisme, yaitu anabolisme dan katabolisme. Anabolisme
adalah pembentukan zat-zat yang lebih kompleks dari zat-zat yang lebih
sederhana. Misalnya pembentukan protein dan asam-asam amino. Sedangkan
katabolisme adalah pemecahan zat-zat yang merupakan bahan bakar untuk
menghasilkan tenaga. Misalnya pemecahan karbohidrat menjadi tenaga, air dan
karbondioksida. Pada hewan-hewan darat, yang digunakan sebagai sumber tenaga
pertama-tama adalah karbohidrat kemudian disusul oleh lemak sebagai sumber
nomor dua dan terakhir protein. Sedangkan pada ikan adalah kebalikan dari hewan
darat, yaitu protein, lemak dan karbohidrat
Pencernaan
Secara Fisik Mekanik dan Kimiawi Pencernaan secara fisik dan mekanik dimulai di
bagian rongga mulut yaitu dengan berperannya gigi pada proses pemotongan dan
penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik ini juga berlangsung di segmen
lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan (kontraksi) otot pada segmen
tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen lambung dan usus terjadi lebih
efektif oleh karena adanya peran cairan digestif. Pada ikan, pencernaan secara
kimiawi dimulai di bagian lambung, hal ini dikarenakan cairan digestif yang
berperan dalam proses pencernaan secara kimiawi mulai dihasilkan di segmen
tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar lambung. Pencernaan ini selanjutnya
disempurnakan di segmen usus. Cairan digestif yang berperan pada proses
pencernaan di segmen usus berasal dari hati, pankreas dan dinding usus itu
sendiri. Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi inilah yang menyebabkan
perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek menjadi senyawa sederhana
atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel mikro. Bentuk partikel
mikro inilah makanan menjadi zat terlarut yang memungkinkan dapat diserap oleh
dinding usus yang selanjutnya diedarkan ke seluruh tubuh.
BAB III
METODELOGI
Metode yang dilakukan dalam
praktikum ini, yaitu pengamatan secara langsung, dimana data dan informasi yang
dibutuhkan dapat diperoleh dengan cara mengamati secara langsung di
laboratorium Biologi Perikanan, sehingga dapat memberikan gambaran tentang
Sistem Pencernaan dan Pernapasan pada ikan.
A. Waktu dan tempat
Praktikum ini di laksanakan pada
hari Sabtu tanggal 08 Desember 2012, pukul 08.00 -10.00 WIB di Laboratorium
Biologi perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku
Umar.
B. Bahan
Bahan yang digunakan dalam praktikum
ini adalah:
1. ikan Nila (Oreochromis niloticus )
2.Ikan Gabus (ophiocephalus striatus )
3.Ikan Lele (Clarias sp )
C. Alat
Alat-alat yang digunakan adalah:
Ø Baki atau
Nampan
Ø Kain lap /
Serbet
Ø Buku
praktikum ikhtiologi
Ø buku penuntun
praktikum ikhtiologi
Ø Alat-alat
tulis (Pena, Pensil, Penghapus, dan penggaris)
Ø Buku gambar
Ø pisau
D. Prosudur Praktikum
Adapun prosedur praktikum ini adalah
menggambar ikan-ikan yang telah disediakan. Ikan diletakkan di atas nampan yang
telah disediakan lalu digambar pada buku gambar, membuat klasifikasi ikan,
menyebutkan ciri-ciri ikan, dan mengamati tentang Sistem Pencernaan dan
Pernapasan, dan perhitungan kembali ukuran panjang total,panjang standar,dan
berat tubuh ikan tersebut pada ikan yang dipraktikumkan
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Mengukur morfometri ikannila
Sample : Jenis ikan Nila
(Oreochromis niloticus )
No
Pengukuran Kode Cm
ü Bentuk
Tubunya 1 Panjang
ü Usus Halus
Ikan nila - 45 cm
ü Pipih
Mendatar 2 Panjang
ü Usus besar
Ikan nila - 48 cm
ü 3 Gelembung
Renang - 5 cm
B.
Hasilmengukurmorfometripadaikanlele
Sampel : Jenis Ikan Lele (Clarias sp
)
No Pengukuran Kode Cm
ü Bentuk
Tubunya 1 Panjang
ü Usus Halus
Ikan Lele - 5 cm
ü Kepala picak
dan Badan pipih
ü 2 Gelembung
Renang - 5 cm
C.
Hasilmengukurmorfometripadaikangabus
Sampel : Jenis Ikan Gabus
(ophiocephalus striatus )
No Pengukuran Kode Cm
ü Bentuk
Tubunya 1 Panjang
ü Usus Ikan
gabus - 8 cm - 2
ü Gelembung
Renang Ikan - 10 cm - 4.2
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Pencernaan
adalah proses penyederhanaan makanan melaului cara fisik dan kimia, sehingga
menjadi sari-sari makanan yang mudah diserap di dalam usus, kemudian diedarkan
ke seluruh organ tubuh melalui sistem peredaran darah.
Sistem atau
alat pencernaan pada ikan terdiri dari dua bagian, yaitu saluran pencernaan
(Tractus digestivus) dan kelenjar pencernaan (Glandula digestoria).
saluran
pencernaan terdiri dari mulut, rongga mulut, farings, esofagus, lambung,
pilorus, usus, rektum dan anus. Sedangkan kelenjar pencernaan terdiri dari hati
dan pankreas yang berguna untuk menghasilkan enzim pencernaan yang nantinya
akan bertugas membantu proses penghancuran makanan.
B.
Saran
Pada
kegiatan praktikum kali ini sebaiknya alat dan bahan yang akan digunakan
disiapkan terlebih dahulu agar praktikan lebih siap dan terlaksana dengan baik
dalam melaksanakan penelitian praktikum tersebut.
DAFTAR
PUSTAKA s